Kencur yang Diekstrak Bisa Turunkan Risiko Radang Sendi

Kencur yang Diekstrak Bisa Turunkan Risiko Radang Sendi

Radang sendi atau osteoarthritis merupakan penyakit umum yang menyebabkan kecacatan fisik pada usia tua terutama pada lutut. Di Indonesia sendiri, prevalensi osteoarthritis telah mencapai 24,7 persen dan angka tertinggi diduduki oleh Pontianak sebanyak 89,91 persen.

Namun baru-baru ini, sebuah penelitian yang dilakukan oleh Prof DR Dr Nurpudji A. Taslim, MPH, SpGK (K), dosen sekaligus klinisi dan guru besar Universitas Hasanuddin, Makassar menyebut bahwa pemberian kencur yang telah diekstraksi bisa menurunkan risiko osteoarthritis.

“Sekarang untuk meyakinkan apakah ini benar ada manfaatnya dibandingkan pemberian obat yang setara, yang sekarang digunakan misal meloxicam. Ternyata hasilnya ini tidak jauh beda, sama-sama menurunkan. Jadi pemakaian herbal yang berbahan dasar kencur saja itu sudah banget,” tutur Prof Pudji kepada detikHealth dalam seminar yang digelar oleh Sido Muncul dengan tema ‘Memanfaatkan Obat Herbal Menuju Indonesia Sehat’ di Auditorium Rumah Sakit Universitas Hasanuddin Makassar.

“Jadi pasien-pasien itu adalah semua orang yang sudah didiagnosis baik dari gejala maupun dari foto radiologi atau rontgen dengan osteoarthritis yang diberikan ekstrak kencur. Jadi ekstraknya yang diambil kemudian dikapsulkan lalu diberikan ke orang-orang dengan osteoarthritis,” lanjutnya lagi.

Prof Pudji mengatakan kencur memang sudah diakui oleh Kementerian Kesehatan RI sebagai herbal asli Indonesia. Namun, ia belum mengetahui apakah tanaman obat tersebut sudah dipatenkan atau belum. Karena menurutnya kencur mudah tumbuh di Indonesia dan sangat besar manfaatnya, tentu harus segera dipatenkan.

“Saya sih pinginnya kayak gitu, semua obat-obat herbal yang terstandar sudah harus dipatenkan supaya kita mempunyai herbal dan kita bisa manfaatkan untuk kita sendiri nggak perlu obat-obatan sintetik,” ucap Prof Pudji.

Baca Juga  BPOM Sebut Peredaran KanGen Water dalam Kemasan Langgar UU

Related posts

Leave a Comment